Sunday, February 1, 2009

::: BIOSKOP PORTABLE :::


Tak perlu jauh-jauh ke 21
Tak perlu bayar mahal-nahal di BlitzMegaplex
Karena anda punya bioskop sendiri...

Bioskop yang bisa ada di kamar tidur, taman, waiting room, perpustakaan, ruang kuliah, bahkan di WC sekalipun...

Pemeran utamanya pun bukan aktor kawakan layaknya Pierce Brosnan, peraih Oscar bak Tom Hanks, Brad Pitt aktor yang dipuja tiap wanita bukan pula aktris-aktris cantik nan seksi seperti Angelina Jolie, Julia Robert maupun Paris Hilton..

Yang ada ahnyalah anda dan orang-orang di sekitar anda,
Andalah pemeran utamanya...anda bebas memilih dengan siapa anda akan beradegan..
Andalah sutradaranya, andalah penulis skenarionya, andalah penontonnya...
Anda seperti “Tuhan” di bioskop ajaib itu...mengatur segalanya...

Mungkin tak akan ada adegan se-njilmet gerakan kungfu jet Lee ato Jackie Chan..
Mungkin tak akan ada adegan se-romantis endingnya romeo-juliet..

Tapi anda bisa membuatnya lebih dari itu jika mau...

Yang ada hanyalah adegan sederhana tentang kehidupan anda..
Adegan anda saat gila-gilaan dengan sahabat anda...
Adegan saat anda jatuh dan putus cinta..
Saat anda menangis dan tertawa...
Saat anda kecil dan dewasa...

Bukan film sedahsyat Ayat-ayat cinta yang akan anda lihat..
Bukan pula Film sehoror Dracula..

Tapi anda bisa membuatnya lebih dari itu jika mau...

Yang ada hanyalah film tentang perjalanan hidup anda, kejadian-kejadian hidup anda, semua rasa yang pernah hinggap di hati anda...

Tak perlu lilitan panjang rol film untuk memutarnya...
Hanya sedikit membuka memori yang terpelihara baik di otak anda..

Anda tak perlu membeli bioskop portable ini...
Karena anda pemiliknya...anda pembuatnya...

Cukup dengan duduk, tiduran atau posisi enak menurut anda...

Sendiri. Kemudian mulailah merenung...mengingat segala kejadian yang pernah anda alami....

Ya memang tak ada gunanya melamun mengingat masa lalu...

Tapi kadang ada kenikmatan sendiri saat kita mengulang waktu...

Mengenang kembali apa yang telah terjadi dalam buku kehidupan kita...
Mengingat tiap lembar yang telah dipebuhi catatan dan goresan tinta kehidupan, dari suka maupun duka...

Mengingat sahabat-sahabat yang mengisi sebagian besar halaman dari buku kita..
Maupun musuh-musuh yang pernah membuat buram lembar buku kita...
Mengingat kejadian-kejadian yang menguras air mata
Maupun kejadian-kejadian yang membuat kita merasakan indahnya dunia...

Jangan terlalu lama membalikkan halaman-halaman di buku kehidupan anda,
Saatnya menulis catatan-catatan barus ebagai awal dari masa depan..
Sebelum tutup buku, pastikan buku anda lebih banyak dipenuhi lembar-lembar kebahagiaan..dipenuhi oleh tulisan-tulisan keindahan..

Selamat menjalankan bisnis bioskop portable ini..

Tapi jangan terlalu lama menontonya..
Karena masih banyak adegan yang akan anda jalani..
Masih banyak cerita yang akan anda hadapi..
Masih banyak peran yang akan hadir..

Itulah hidup...
Kadang tak ada waktu untuk kita berhenti sejenak menikmati masa lalu
Tapi bukankah itu yang membuat hidup lebih menantang???

(Sebuah catatan kecil saat aku duduk sendiri, melamun, di taman rektorat UNY...he..)

--Onthel--


Dia mengayuh onthel-nya dengan semangatnya..
Melebihi semangat Bung Tomo saat berorasi...

Onthel-nya adalah sahabatnya
Onthel-nya adalah hidupnya

Sepeda onthel itu jembatan baginya untuk kehidupan
Dengan sepeda itu ia menyambung hidup
Membantu Bapak mencari nafkah
Kadang ke sawah,

kadang ke rumah-rumah,
Kadang ke pasar,

Sepeda onthel itu jembatan baginya dalam pendidikan
Dengan sepeda itu ia mengejar cita-cita
Saat Matahari masih malu menampakan diri,
Ia dan sahabatnya, onthel, mulai mengarungi jalan menuju tempat menimba ilmu

Rutinitas yang terjadi selama tiga tahun,
Kini bangku SMA akan ia tinggalkan
Tak tahu apakah ia masih bisa mengejar,
Mengejar mimpinya,
Menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi,

Kabar yang hinggap ke telinganya suatu sore, mengejutkannya..
Ia diterima di Universitas Negeri tanpa harus membayar sepersen-pun..
Ia melihat mimpinya semakin dekat..
Semakin nyata..
Gambaran tentang kegiatran kulaih menyibukkan pikirannya..
Tak sabar, ia segera mengayuh onthelnya. Pulang dan memberi tahu Bapak-Ibunya....

Esok harinya,
Rumahnya padat dikunjungi banyak orang,
Dari sahabatnya, sanak keluarga, tetangga hingga orang yang tak ia kenal
Dan tak lupa, onthelnya,
Semua jadi saksi akhir dari sebuah mimpi...
Akhir dari perjalanan seorang anak dan sahabatnya, onthel, dalam mengejar mimpi itu

Kemaren sore, seorang anak ditemukan tewas karena kecelakaan...
Onthelnya tertabrak Bus antar kota yang melaju kencang...
Benturan hebat membuat kepalanya mengalami pendarahan yang luar biasa..
Sepeda onthelnya terlempar dan kemudian terlindas mobil..
Hancur...
Onthelnya memang telah hancur, tapi tak akan pernah “mati”..


Mimpi telah berakhir.

Onthelnya kini dipajang di halaman depan rumah, dekat kebun kecil yang ditumbuhi bunga-bunga rawatan ibu..

Onthel itu jadi media pelepas rindu....
Dari seorang ibu pada anaknya
Onthel itu jadi media motivasi,
Untuk semua yang tahu kisah antara Anak itu, Onthel dan mimpinya...

----- Dalam lubuk hati yang paling dalam, orangtuanya telah merasa bangga, jauh lebih bangga dari apa yang dipikirkan sang anak-------


(Sebuah catatan fiksi yang terinspirasi saat melihat seorang pemuda yang mengangkut rumput dengan sepeda onthelnya di suatu sore...he...he..)

Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger